Apa Gak Malu Sekolah Kok Gak Punya Perpustakaan ?
Dunia PerpustakaaN || Di Indonesia masih banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan.
Untuk sekolah yang sudah memiliki perpustakaanpun ternyata belum semua
mengoptimalkan keberadaan perpustakaan sebagai sarana penunjang mutu dan
kwalitas SDM para siswa. Seperti terlihat dalam gambar diatas merupakan salah satu contoh dan bukti sebuah perpustakaan sekolah dasar di daerah kepulauan Anambas tidak terurus seperti DuniaPerpustakaaN.Com
lihat sendiri beberapa bulan yang lalu. Buku-buku yang seharusnya di
buka dan di pinjamkan ke siswa justru masih terbungkus dalam kardus.
Di Indonesia sendiri mungkin masih banyak contoh yang sama dimana sekolah tidak memiliki perpustakaan.
Beberapa sekolah yang sudah memiliki perpustakaan ternyata juga masih
memiliki banyak alasan untuk tidak mengelola perpustakaan mereka dengan
sebaik-baiknya. Alasanya beragam, dari tidaknya anggaran atau tidak
adanya petugas perpustakaan.
Kondisi yang demikian tentunya sangat
memprihatinkan, dimana sebuah lembaga pendidikan bernama sekolah akan
tetapi justru tidak di topang dengan keberadaan perpustakaan yang baik.Harusnya pihak sekolah juga malu
jika sebuah sekolah yang katanya tempat untuk mencerdaskan siswanya
tapi kok tidak memiliki perpustakaan? Kalau sudah punya perpustakaan
tapi tidak dikelola dengan baik juga harus malu juga.
UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
yang diharap bisa merubah dan memperbaiki kondisi perpustakaan sekolah
di Indonesia ternyata hanyalah Undang-undang yang tak pernah dijadikan
pedoman.
Para penentu kebijakan yang berkompeten
di bidang perpustakaan juga masih dinilai banyak kekurangan. Beberapa
kalangan berpendapat jika mereka lebih sibuk dan suka dengan acara-acara
ceremonial semata dibandingkan harus berbuat langsung untuk memecahkan
masalah yang terjadi.
Jika kondisi seperti ini terus
berlangsung, harapan untuk memiliki generasi muda yang berkwalitas
tentunya masih jauh dari harapan. Terlebih sebuah pendidikan sekolah
yang tidak menopang siswa mereka dengan referensi buku-buku di
perpustakaan yang berkwalitas, tentunya akan menghambat kemajuan para
siswa sendiri.
Di perlukan bukti dan kerja keras para
penentu kebijakan untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong kemajuan
perpustakaan di Indonesia. Jangan sampai kemalasan para penentu
kebijakan tersebut kemudian harus “menggadaikan” mutu dan kwalitas para
siswa di sekolah.
Anggaran pendidikan yang sudah begitu
sangat besar tentunya harus di anggarkan untuk lebih baik lagi, jangan
sampai dana yang begitu besar bukanya dianggarkan dengan baik tapi
justru di korupsi. Dan sudah kewajiban masyarakat juga untuk terus
mengawasi dan mengkritisi.
Untuk orang tua juga harus mementingkan
untuk menyekolahkan anak di sekolah-sekolah yang sudah memiliki
perpustakaan dan dikelola dengan baik. Sehingga dengan demikian
anak-anak bisa belajar dengan baik karena di topang dengan buku-buku
yang berkwalitas di perpustakaan.
Penulis || Ari Es
Sumber " duniaperpustakaan.com
