Penguasa Selingkuhi Hukum Rakyat Belajar Melanggar
KENYAMANAN itu menyesatkan.
Orang Indonesia yang sudah nyaman dengan negerinya yang gemah
ripah loh jinawi lupa bahwa bangsa lain sudah berderap maju jauh
meninggalkan bangsa ini. Hal itu bisa dilihat dari kualitas manusia
Indonesia yang bisa disaksikan dari human development index (HDI).
Pada 2013, Indonesia termasuk negara dengan kualitas HDI menengah,
berada di posisi 108 dari 187 negara di dunia. Indonesia satu kelompok
dengan Mongolia, Botswana, dan Mesir. Di antara sesama negara ASEAN,
Indonesia satu grup dengan Filipina, Vietnam, dan Timor Leste.Bandingkan
dengan Australia (posisi kedua), Singapura (9), dan Brunei Darus
salam (30). Rendahnya HDI bisa merembet ke mana-mana. Kita bisa
dibodohi, ditekan, dan diinjak negara lain.
Mungkin kita tidak
sadar sudah dijadikan mainan bangsa asing. Bisa jadi kondisi tersebut
sengaja diciptakan bangsa asing agar Indonesia tetap dapat ditindas.
Lihat saja saat ini, kita masih berkutat dengan konflik hukum, ribut
menentukan mana yang lebih kuat.Bahkan sesama institusi penegak hukum
sendiri bisa berkelahi. Untuk apa sih mereka berkelahi?
Saat para petinggi negeri mulai berselingkuh dengan hukum, masyarakat kecil mulai berani melanggar hukum. Apa jadinya negeri ini saat hukum sekadar pajangan? Yang kuat akan menang, yang cerdik akan berkuasa, dan yang miskin semakin ditindas. Penguasa pun akan melanggengkan kekuasaan, yang tersingkir berusaha menggulingkan penguasa, dan penegak hukum akan duduk dengan nyaman. Habislah energi dan sumber daya bangsa ini hanya untuk berkutat dengan masalah itu.
Saat para petinggi negeri mulai berselingkuh dengan hukum, masyarakat kecil mulai berani melanggar hukum. Apa jadinya negeri ini saat hukum sekadar pajangan? Yang kuat akan menang, yang cerdik akan berkuasa, dan yang miskin semakin ditindas. Penguasa pun akan melanggengkan kekuasaan, yang tersingkir berusaha menggulingkan penguasa, dan penegak hukum akan duduk dengan nyaman. Habislah energi dan sumber daya bangsa ini hanya untuk berkutat dengan masalah itu.
Semua masalah bisa diselesaikan dengan dimulai dari kepatuhan terhadap
hukum. Hukum harus ditegakkan, penegak hukum tidak boleh bermain,
penguasa harus taat hukum agar rakyatnya juga tidak coba-coba melanggar
hukum.
Thomas Soseco Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
Sumber: Media Indonesia
