Senin, 02 Februari 2015

Dana Desa Diutamakan untuk BUMDes







 Dana Desa Diutamakan untuk BUMDes 
 
MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan prioritas penggunaan dana desa ialah untuk pembentukan dan operasional badan usaha milik desa (BUMDes).“Prioritas untuk BUMDes, baru kemudian untuk lainnya, seperti infrastruktur,“ ujar Marwan dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, dana yang tahun ini diberikan ke setiap desa sebesar Rp240 juta-Rp270 juta tidak mungkin digunakan untuk infrastruktur. “Kalau untuk infrastruktur, paling hanya sepanjang 9 kilometer. Namun, kalau digunakan BUMDes, kesejahteraan masyarakat yang meningkat,“ katanya.
Marwan mengatakan saat ini kesenjangan antara desa dan kota cukup jauh sekitar 10%. “BUMDes merupakan solusi paling benar untuk mengelola seluruh transaksi ekonomi desa, baik internal ataupun eksternal.“
Selain dana desa dari pusat (APBN), desa juga mendapatkan alokasi dana desa (ADD) dari kabupaten. Oleh karena itu, ia mendorong dana desa diprioritaskan untuk pembentukan BUMDes, sedangkan untuk desa-desa yang telah memiliki BUMDes, dana itu menjadi tambahan modal kerja. Selain desa tertinggal yang jumlahnya sekitar 33 ribu, ada 40 ribu desa yang harus didorong untuk membentuk atau mengembangkan BUMDes.“Saya ingin 20 ribu sampai 40 ribu BUMDes terbentuk dalam dua tahun ini,“ papar politikus PKB itu.
Sistem perekonomian desa, tambahnya, perlu digerakkan dengan prinsip pengelolaan bisnis secara profesional dengan penekanan pada pe merataan kemakmuran warga desa.
Dia juga menuturkan semua pengawasan mengenai desa ada di kementeriannya. “Itu sesuai dengan keputusan presiden mengenai Satuan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK),“ jelasnya.
Keppres tersebut mengatur mengenai pembagian kerja di kementerian yang dipimpinnya, yaitu akan memiliki enam dirjen, satu irjen, satu badan, satu sekjen, dan lima staf ahli.Jumlah tersebut lebih ramping jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang memiliki sembilan dirjen. (Cah/ Ant/P-3) 

Sumber: Media Indonesia