Minggu, 01 Februari 2015

Aceh Miliki Museum Giok




Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (APBA) Abu Usman bersama Sekretaris Jenderal Tgk Zulfikar Syahbuddin dan Bendahara Umum Adhi S Majid memberikan keterangan pers di Museum Giok Aceh Abu Usman di Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (31/1). SERAMBI/BUDI FATRIA 



BANDA ACEH - Muhammad Usman atau yang lebih dikenal Abu Usman Top Idocrase, Sabtu (31/1), melakukan soft opening Museum Giok Aceh miliknya di Jalan Khairil Anwar, Peunayong, Banda Aceh. Museum itu dibuka untuk sarana edukasi masyarakat tentang giok dan batu Aceh, dan diharapkan bisa menjadi salah satu tujuan wisata.
“Museum ini juga dibangun untuk menjaga kelestarian batu di 23 kabupaten/kota dan memperkenalkan kekayaan alam Aceh kepada dunia,” kata Abu Usman sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (APBA), dalam konfrensi pers, Sabtu (31/1).
Ia menyebutkan, saat ini ada 20 jenis batu yang dipajang di museum itu, dan berasal dari Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Abdya, dan Aceh Selatan. Nilainya jutaan hingga miliaran rupiah. “Tapi ini tidak untuk diperjualbelikan. Batu-batu yang dipajang di sini masih berupa bahannya,” kata Abu Usman.
Di museum itu juga terdapat ruang galeri dan studio pemutaran film dokumenter tentang giok Aceh. Museum ini, kata Abu Usman, mampu menampung 500 hingga 1.000 pengunjung per hari. Untuk biaya masuk masih dibicarakan. “Sebenarnya bukan tiket, tapi itu untuk biaya perawatan karena kita mempekerjakan sekitar 20 orang di sini,” katanya.
Abu Usman menambahkan, grand opening Museum Giok Aceh sekaligus pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (DPP APBA) akan dilakukan, 3 Februari 2015. Pelantikan dan peresmian dijadwalkan dilakukan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Abu Usman menambahkan, pihaknya juga menyediakan waktu khusus bagi siswa-siswa untuk study tour ke Museum Giok Aceh. “Kita memberi kesempatan kepada guru untuk membawa muridnya ke museum ini. Waktunya mulai jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Sedangkan untuk masyarakat umum bisa berkunjung hingga malam hari,” paparnya.(avi)
Sumber " Serambi Indonesia