BANDA ACEH - Muhammad Usman atau yang lebih dikenal Abu Usman Top
Idocrase, Sabtu (31/1), melakukan soft opening Museum Giok Aceh miliknya
di Jalan Khairil Anwar, Peunayong, Banda Aceh. Museum itu dibuka untuk
sarana edukasi masyarakat tentang giok dan batu Aceh, dan diharapkan
bisa menjadi salah satu tujuan wisata.
“Museum ini juga dibangun
untuk menjaga kelestarian batu di 23 kabupaten/kota dan memperkenalkan
kekayaan alam Aceh kepada dunia,” kata Abu Usman sekaligus Ketua Umum
Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (APBA), dalam konfrensi pers, Sabtu (31/1).
Ia
menyebutkan, saat ini ada 20 jenis batu yang dipajang di museum itu,
dan berasal dari Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah,
Bener Meriah, Abdya, dan Aceh Selatan. Nilainya jutaan hingga miliaran
rupiah. “Tapi ini tidak untuk diperjualbelikan. Batu-batu yang dipajang
di sini masih berupa bahannya,” kata Abu Usman.
Di museum itu juga
terdapat ruang galeri dan studio pemutaran film dokumenter tentang giok
Aceh. Museum ini, kata Abu Usman, mampu menampung 500 hingga 1.000
pengunjung per hari. Untuk biaya masuk masih dibicarakan. “Sebenarnya
bukan tiket, tapi itu untuk biaya perawatan karena kita mempekerjakan
sekitar 20 orang di sini,” katanya.
Abu Usman menambahkan, grand
opening Museum Giok Aceh sekaligus pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan
Pusat Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (DPP APBA) akan dilakukan, 3 Februari
2015. Pelantikan dan peresmian dijadwalkan dilakukan Wakil Gubernur
Aceh, Muzakir Manaf.
Abu Usman menambahkan, pihaknya juga
menyediakan waktu khusus bagi siswa-siswa untuk study tour ke Museum
Giok Aceh. “Kita memberi kesempatan kepada guru untuk membawa muridnya
ke museum ini. Waktunya mulai jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Sedangkan
untuk masyarakat umum bisa berkunjung hingga malam hari,” paparnya.(avi)
Sumber " Serambi Indonesia
