Kamis, 12 Februari 2015

Sinabung Sering Erupsi, Warga Dua Desa Batal Pulang

 http://www.thefloridanewsjournal.com/sites/theflnews.com/files/Mount-Sinabung-erupts-Feb1-2014.jpg
 
 
Sinabung Sering Erupsi, Warga Dua Desa Batal Pulang









DUA desa di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, terancam terjangan lahar dingin akibat masih sering terjadi erupsi.
Dua desa yang kini ditinggal penduduk itu ialah Desa Sigarang dan Desa Sukanalu.
Warga di dua desa tersebut memilih tinggal di tempat peng ungsian daripada kembali ke desa mereka.
Padahal, sebelumnya, warga di dua desa itu akan dipu langkan pada Rabu (11/2).Beberapa hari belakangan ini, aktivitas erupsi Gunung Sinabung mengalami peningkatan. Selain itu, hujan deras yang turun menyebabkan jalur lahar dingin yang baru terbentuk.
Pasta Ginting, warga Desa Sigarang-garang, mengatakan air bercampur material lumpur dan batu turun deras dari atas gunung langsung menuju tengah kedua desa tersebut. “Meski batal pulang ke desa, kami tetap khawatir dengan nasib rumah karena lahar di ngin akan datang,” kata Pasta.
Selain disebabkan lahar di ngin, warga kedua desa itu juga tidak bersedia kembali karena lahan pertanian yang mereka miliki sudah rusak dan tidak bisa digarap kembali.
Jumlah pengungsi dari Desa Sigarang-garang dan Sukanalu mencapai 2.442 jiwa. Mereka merupakan pengungsi terakhir yang masih ditampung di tujuh lokasi pengungsian.
Selain pengungsi asal dua desa itu, ada 6179 jiwa lagi yang berstatus pengungsi yang masih tinggal di hunian sementara karena sudah diberikan biaya sewa rumah dan ladang. Hingga kemarin, jumlah peng ungsi akibat erupsi Gunung Sinabung mencapai 8.500 jiwa.
Pada bagian lain, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III.
P e n g a m a t G u n u n g A p i Karangetang, Didi Wahyudi, mengatakan pantauan di pos pengamatan Gunung Karangetang pada 27-28 Januari merupakan puncak guguran lava dengan jarak luncur sekitar 2,5 km dari puncak. “Guguran lava tersebut meluncur ke arah selatan gunung dan menjangkau daerah rawan bencana sejauh 2,5 km.
Warga yang menetap di daerah bahaya itu harus diungsikan,” kata Didi.
Ia meminta warga untuk mematuhi dan tidak memasuki radius bahaya yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Bencana Geologi, yakni sejauh 2,5 km. (YN/Ant/N-4) 

Sumber: Media Indonesia