![]()
Sinabung Sering Erupsi, Warga Dua Desa Batal Pulang
DUA desa di kaki Gunung Sinabung,
Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, terancam terjangan lahar dingin
akibat masih sering terjadi erupsi.
Dua desa yang kini ditinggal penduduk itu ialah Desa Sigarang dan Desa Sukanalu.
Warga di dua desa tersebut memilih tinggal di tempat peng ungsian daripada kembali ke desa mereka.
Padahal,
sebelumnya, warga di dua desa itu akan dipu
langkan pada Rabu (11/2).Beberapa hari belakangan ini, aktivitas erupsi
Gunung Sinabung mengalami peningkatan. Selain itu, hujan deras yang
turun menyebabkan jalur lahar dingin yang baru terbentuk.
Pasta
Ginting, warga Desa Sigarang-garang, mengatakan air bercampur material
lumpur dan batu turun deras dari atas gunung langsung menuju tengah
kedua desa tersebut. “Meski batal pulang ke desa, kami tetap khawatir
dengan nasib rumah karena lahar di ngin akan datang,” kata Pasta.
Selain disebabkan lahar di ngin, warga kedua desa itu juga tidak bersedia kembali
karena lahan pertanian yang mereka miliki sudah rusak dan tidak bisa digarap kembali.
Jumlah
pengungsi dari Desa Sigarang-garang dan Sukanalu mencapai 2.442 jiwa.
Mereka merupakan pengungsi terakhir yang masih ditampung di tujuh lokasi
pengungsian.
Selain pengungsi asal dua desa itu, ada 6179 jiwa
lagi
yang berstatus pengungsi yang masih tinggal di hunian sementara karena
sudah diberikan biaya sewa rumah dan ladang. Hingga kemarin, jumlah peng
ungsi akibat erupsi Gunung Sinabung mencapai 8.500 jiwa.
Pada bagian lain, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang
Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III.
P
e n g a m a t G u n u n g A p i Karangetang, Didi Wahyudi, mengatakan
pantauan di pos pengamatan Gunung Karangetang pada 27-28 Januari
merupakan puncak guguran lava dengan jarak luncur sekitar 2,5 km dari
puncak.
“Guguran lava tersebut meluncur ke arah selatan gunung dan menjangkau
daerah rawan bencana sejauh 2,5 km.
Warga yang menetap di daerah bahaya itu harus diungsikan,” kata Didi.
Ia
meminta warga untuk mematuhi dan tidak memasuki radius bahaya yang
telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Bencana
Geologi, yakni sejauh 2,5 km. (YN/Ant/N-4)
Sumber: Media Indonesia
|
|
