ilustrasi
Pendidikan di Aceh Jangan Seperti katak di Bawah Tempurung
Kamis, 19 Februari 2015 00:02 WIB
Langsa- Saat memberikan sambutannya pada
acara wisuda arjana Universitas Samudera, Rabu (18/2/2015) Gubenur Aceh
Zaini Abdullah berharap agar pendidikan di Aceh jangan seperti katak di
bawah tempurung. yang merasa bangga dengan dirinya sendiri tanpa pernah
melihat ketatnya kompetisi di dunia luar.
“Pendidikan kita (Aceh-red) janganlah seperti katak di bawah tempurung. Di luar sana persaingan sangat ketat. Kita harus mampu bersaing,” Ujar Zaini.
Gubernur mengingatkan, sebagai salah satu wilayah yang berada di lokasi strategis di kawasan ASEAN, Aceh harus bisa mengambil peran penting dalam kebijakan ini. “Namun, peran ini hanya bisa kita rebut jika kita melakukan pembenahan di dalam.
“Kita tidak bisa menuntut ASEAN Economic Community memberikan yang terbaik kepada Aceh tanpa ada upaya untuk bangkit dan menyelaraskan diri dengan dinamika global yang berkembang.” Tambahnya.
Masyarakat Aceh pantas bersyukur mengingat banyaknya keistimewaan yang di dapat Aceh dari Pemerintah Pusat. Hal ini terbukti karena hingga saat ini Aceh telah memiliki 11 perguruan tinggi negeri.
“Salah satunya adalah Universitas Samudera di Langsa ini. Keberadaan PTN ini jangan disia-siakan. Kita harus mampu mendorong agar Unsam dan PTN lain yang ada di Aceh melahirkan SDM berkualitas.”
Untuk itu gubernur menghimbau agar PTN di Aceh terus berbenah dan harus membuka diri serta membangun kerjasama dengan lembaga lainnya, sehingga mampu melahirkan tenaga fresh graduate yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dengan SDM berkualitas, secara bertahap kita berharap Aceh bisa keluar dari jurang kemiskinan. Kepada para alumni Unsam yang diwisuda hari ini, saya ucapkan selamat berkarya. Jadilah sarjana yang kreatif dan inovatif sehingga saudara menjadi aset yang bisa diandalkan masyarakat,” Pungkas Gubernur. []
Sumber : Juli I The Globe Journal
“Pendidikan kita (Aceh-red) janganlah seperti katak di bawah tempurung. Di luar sana persaingan sangat ketat. Kita harus mampu bersaing,” Ujar Zaini.
Gubernur mengingatkan, sebagai salah satu wilayah yang berada di lokasi strategis di kawasan ASEAN, Aceh harus bisa mengambil peran penting dalam kebijakan ini. “Namun, peran ini hanya bisa kita rebut jika kita melakukan pembenahan di dalam.
“Kita tidak bisa menuntut ASEAN Economic Community memberikan yang terbaik kepada Aceh tanpa ada upaya untuk bangkit dan menyelaraskan diri dengan dinamika global yang berkembang.” Tambahnya.
Masyarakat Aceh pantas bersyukur mengingat banyaknya keistimewaan yang di dapat Aceh dari Pemerintah Pusat. Hal ini terbukti karena hingga saat ini Aceh telah memiliki 11 perguruan tinggi negeri.
“Salah satunya adalah Universitas Samudera di Langsa ini. Keberadaan PTN ini jangan disia-siakan. Kita harus mampu mendorong agar Unsam dan PTN lain yang ada di Aceh melahirkan SDM berkualitas.”
Untuk itu gubernur menghimbau agar PTN di Aceh terus berbenah dan harus membuka diri serta membangun kerjasama dengan lembaga lainnya, sehingga mampu melahirkan tenaga fresh graduate yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dengan SDM berkualitas, secara bertahap kita berharap Aceh bisa keluar dari jurang kemiskinan. Kepada para alumni Unsam yang diwisuda hari ini, saya ucapkan selamat berkarya. Jadilah sarjana yang kreatif dan inovatif sehingga saudara menjadi aset yang bisa diandalkan masyarakat,” Pungkas Gubernur. []
Sumber : Juli I The Globe Journal
