
Sukses (ANTARAFOTO)
Total Success
Dalam kesempatan ini, izinkan saya membagikan ilmu dari saya punya guru, Mr M, kita sebut saja begitu. Setelah saya dapat materi ini, tak terasa terpikir terus di tengah jalan. Di mobil terbayang, di tidur pun ilmunya masih dalam lamunan. Bahkan saat bangun pun terus terkenang hingga berubah menjadi semangat juang. Apa yang yang kita pahami tentang sukses? Tentang ikhlas? Tentang amal? Dan tentang jihad? Ya, jihad dalam arti perjuangan total untuk sukses. Bahkan dalam satu cerita, seorang murid bertanya kepada gurunya,
"Apa itu jihad?"
Gurunya
tidak langsung menerangkan. Malah disuruhnya sang murid berlari
mengitari lapangan. Terus berlari, berlari, tanpa henti. Sang guru pun
hanya melihati. Sampai akhirnya sang murid kelelahan, sempoyongan,
kehausan, lemas, terjatuh, dan akhirnya pingsan.
Setelah itu, sang
guru membopong muridnya di tempat teduh. Ditunggunya agak lama sampai
sang murid siuman dan sembuh. Kemudian saat sadar itu, sang guru pun
menjelaskan syahdu,
"Itulah jihad wahai muridku. Engkau berjuang,
berbuat, berusaha keras sampai Allah yang membuatnya berhenti, bukan
karena permintaan dirimu sendiri. Apa lagi karena mengasihani diri".
Bagaimana dengan Anda setelah membacanya? Terhenyak bukan? Sebelum kita bahas Total Success,
ada empat fase yang harus kita dilewati: paham akan kesuksesan,
keikhlasan, semangat beramal, dan total sukses itu sendiri. Siapkah?
"Hidup di dunia hanya sekali. Sekali berarti, habis itu mati" Begitu makna bebas dari puisi Chairil Anwar.
Saya jadi teringat tagline
Tung Desem dalam setiap seminar motivasinya, "Hidup hanya sekali. Maka
hiduplah yang Dahsyat!". Setelah itu Pak Tung menunjukkan prestasi dan
presentasinya yang super dahsyat. Ya, intinya kita harus hidup sukses.
Bahkan menurut Mr M, dimensinya harus diperluas. Hidup sukses di dunia
untuk bekal sukses di akhirat. Yup, setali tiga uang dengan pernyataan
Ali bin Abi Thalib, sahabat yang diakui tingkat kecerdasannya ini. Bahwa
kalau mau sukses dunia dan akherat, maka kuasailah ilmu keduanya.
Hal itu sangat memungkinkan. Nabi mencontohkannya begitupun
sahabat-sahabatnya. Anda pun juga bisa.
Sekarang, pilihan kita tinggal dua saja dalam meniti hidup ini. Sukses atau sukses banget. Ya, silahkan dipilih.
Sukses
harus diperjuangan. Kalau tidak sukses, masalah pun tak akan beres.
Sukses adalah hak kita, maka sudah menjadi tanggung jawab pribadi harus
keras mengusahakannya. Kalau bukan diri kita pribadi siapa lagi? 100
orang ditanya tentang sukses ya akan ada 100 jawaban yang berbeda.
Kira-kira menurut Mr M sukses itu seperti apa ya? Sukses butuh
keyakinan. Butuh iman. Gimana kalo nggak yakin? Ya sukses nggak bakal
mungkin. Bicara yakin, bicara iman, pasti pelakunya disebut mukmin
(baca: orang yang yakin). Ternyata rumus mukmin ada lima: fokus,
produktif, peduli, punya integrity, dan daya konsistensinya tinggi (23: 1-11).
Lima
hal ini polanya. Pola orang sukses, yang yakin sukses. Dan ini bukan
teori, tapi praktek yang perlu ditindak berkali-kali. Pola inilah nanti
yang bisa diterapkan dalam setiap impian, cita-cita, tujuan, dan
harapan. Termasuk target-target di 2015 ini. Pastikan sukses itu
berfokus, ada yang dia mau, ada yang dia tuju. Sama seperti sholat.
Fokus, khusyuk hingga iman masuk. UntukNya semata, Yang Maha Esa. Satu.
Jangan dua, tiga atau lebih darinya. Jangan serakah. Produktif, cari
berbagai cara yang diridhoiNya. Selagi halal, legal, ya hajar. Jangan
sisakan satu detik pun waktu untuk berleha-leha, berbuat sia-sia,
apalagi bikin dosa. Jangan, jangan pernah.
Sibukkan diri dengan
kebaikan, maka menyingkirlah kejahatan. Banyak bengong, galau,
bermalasan, setanlah yang akan jadi teman. Pilihannya lagi-lagi dua, mau
produktif atau destruktif Fokus sudah, produktif sudah, selanjutnya
pastikan membantu sesama. Bantu mereka yang impiannya sama dengan kita.
Mensukseskan mereka, sukseslah kita. Bantu yang di bumi, maka yang di
langit pun turun membantu. Yuk dicoba agar Anda 100% percaya.
Fokus, produktif, peduli adalah senjata utama. Masih belum sempurna jika belum punya integrity (amanah) dan konsistensi (istiqomah). Apapun
itu target sukses Anda, pastikan selalu menjaga kehormatan diri dalam
meraihnya. Tidak curang, culas, atau menghalalkan segara cara. Tuhan
Yang Maha Baik pasti mengganjar cara-cara baik Anda dengan hasil yang
terbaik. Bahkan di dunia dan akherat nanti. Ini ganjarannya, balasannya,
dan bonusnya. Karena semua kesuksesan itu adalah milikNya, dan akan
dikasih kepada yang disayangiNya. Bukankah Dia Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. Untuk ini, wajib dan kudu untuk kita percaya.
Jangan
mengeluh, apalagi menyalahkan Tuhan jika sukses tidak kesampaian. Boleh
jadi kita yang kurang sabaran, kurang kegigihan, kurang konsistensi dan
keistiqomahan. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah sukses
besar. Ada proses panjang dalam perjuangan. Itulah masa tanam. Boleh
jadi panennya di akhirat nanti atau anak-cucu yang akan menikmati.
Segala konsitensi dimanapun akan mendapat harga tinggi. Siapa menanam
pasti menuai. Karena itulah hukum alam.
Dimana ikhlas? dimana
amal? Dimana jihad dalam perjuangan sukses ini? Ikhlas itu di hati. Di
awal, di tengah dan di akhir perjalanan ini. Sumbernya ikhlas hanya
dengan bersandar padaNya. TanpaNya, kita akan mudah goyah. DenganNya,
kita bebas dari menghamba ke sesama. Jika ada yang teguh dan tangguh,
itulah ciri orang yang ikhlas. Andakah?
Ikhlas itu butuh mikir.
Justru yang nggak mikir, itulah yang nggak ikhlas. Ingat, semua yang
kita terima adalah pemberianNya. Masak untuk berkorban padaNya, dengan
sedekah, zakat, dan infak masih nggak mau terima? Malah mikir ini nggak
penting yang jatuhnya jadi ahli kikir. Ikhlas menuntut kualitas. Bukan
sekedarnya atau ala kadarnya. Kalau memang hidup pemberianNya, masak
untuk ibadah seperti sholat hanya diberi di waktu sisa? Harusnya inilah
yang utama. Agar Dia mudah memberi restu sehingga mudahlah sukses yang
kita tuju.
Ya, ikhlas bukan konsumsi orang yang pasrah, orang yang
seenaknya, dan orang yang serampangan. Ikhlas adalah senjata pamungkas
orang sukses. Dengan ikhlas, orang semakin yakin sukses karena dia tahu
bahwa Tuhannya Maha Memberi kesuksesan. Optimis kaya karena Tuhannya
Maha Kaya. Punya impian-impian besar karena Tuhannya Maha Besar. Untuk
ini, dia rela jihad, sungguh-sungguh, totalitas berjuang dengan action
dan amal yang menggebu. Usaha tidak pernah jenuh. Amal sholat tidak
se-enaknya sendiri tapi berkualitas tinggi. Sedekah tidak serampangan
lagi, tapi ditakar, makin lama makin membesar.
Usaha total sukses
ini pasti sukses. Karena ukurannya bukan sukses di dunia saja, tapi di
akherat juga. Sukses baginya adalah ibadah untuk mendekat
padaNya. Itulah sharing ilmu dari guru saya, Mr M. Siap jihad sukses?
Total Success?
https://www.selasar.com/kreatif/total-success