Sabtu, 24 Januari 2015

Dimana ikhlas? dimana amal? Dimana jihad dalam perjuangan sukses ini?





  Akhmad Basori

Akhmad Basori
Wakil Rektor Kampus Bisnis Umar Usman

Total Success


Dalam kesempatan ini, izinkan saya membagikan ilmu dari saya punya guru, Mr M, kita sebut saja begitu. Setelah saya dapat materi ini, tak terasa terpikir terus di tengah jalan. Di mobil terbayang, di tidur pun ilmunya masih dalam lamunan. Bahkan saat bangun pun terus terkenang hingga berubah menjadi semangat juang. Apa yang yang kita pahami tentang sukses? Tentang ikhlas? Tentang amal? Dan tentang jihad? Ya, jihad dalam arti perjuangan total untuk sukses. Bahkan dalam satu cerita, seorang murid bertanya kepada gurunya,
"Apa itu jihad?"
Gurunya tidak langsung menerangkan. Malah disuruhnya sang murid berlari mengitari lapangan. Terus berlari, berlari, tanpa henti. Sang guru pun hanya melihati. Sampai akhirnya sang murid kelelahan, sempoyongan, kehausan, lemas, terjatuh, dan akhirnya pingsan.
Setelah itu, sang guru membopong muridnya di tempat teduh. Ditunggunya agak lama sampai sang murid siuman dan sembuh. Kemudian saat sadar itu, sang guru pun menjelaskan syahdu,
"Itulah jihad wahai muridku. Engkau berjuang, berbuat, berusaha keras sampai Allah yang membuatnya berhenti, bukan karena permintaan dirimu sendiri. Apa lagi karena mengasihani diri".
Bagaimana dengan Anda setelah membacanya? Terhenyak bukan? Sebelum kita bahas Total Success, ada empat fase yang harus kita dilewati: paham akan kesuksesan, keikhlasan, semangat beramal, dan total sukses itu sendiri. Siapkah?
"Hidup di dunia hanya sekali. Sekali berarti, habis itu mati" Begitu makna bebas dari puisi Chairil Anwar.
Saya jadi teringat tagline Tung Desem dalam setiap seminar motivasinya, "Hidup hanya sekali. Maka hiduplah yang Dahsyat!". Setelah itu Pak Tung menunjukkan prestasi dan presentasinya yang super dahsyat. Ya, intinya kita harus hidup sukses. Bahkan menurut Mr M, dimensinya harus diperluas. Hidup sukses di dunia untuk bekal sukses di akhirat. Yup, setali tiga uang dengan pernyataan Ali bin Abi Thalib, sahabat yang diakui tingkat kecerdasannya ini. Bahwa kalau mau sukses dunia dan akherat, maka kuasailah ilmu keduanya. Hal itu sangat memungkinkan. Nabi mencontohkannya begitupun sahabat-sahabatnya. Anda pun juga bisa.
Sekarang, pilihan kita tinggal dua saja dalam meniti hidup ini. Sukses atau sukses banget. Ya, silahkan dipilih.
Sukses harus diperjuangan. Kalau tidak sukses, masalah pun tak akan beres. Sukses adalah hak kita, maka sudah menjadi tanggung jawab pribadi harus keras mengusahakannya. Kalau bukan diri kita pribadi siapa lagi? 100 orang ditanya tentang sukses ya akan ada 100 jawaban yang berbeda. Kira-kira menurut Mr M sukses itu seperti apa ya? Sukses butuh keyakinan. Butuh iman. Gimana kalo nggak yakin? Ya sukses nggak bakal mungkin. Bicara yakin, bicara iman, pasti pelakunya disebut mukmin (baca: orang yang yakin). Ternyata rumus mukmin ada lima: fokus, produktif, peduli, punya integrity, dan daya konsistensinya tinggi (23: 1-11).
Lima hal ini polanya. Pola orang sukses, yang yakin sukses. Dan ini bukan teori, tapi praktek yang perlu ditindak berkali-kali. Pola inilah nanti yang bisa diterapkan dalam setiap impian, cita-cita, tujuan, dan harapan. Termasuk target-target di 2015 ini. Pastikan sukses itu berfokus, ada yang dia mau, ada yang dia tuju. Sama seperti sholat. Fokus, khusyuk  hingga iman masuk. UntukNya semata, Yang Maha Esa. Satu. Jangan dua, tiga atau lebih darinya. Jangan serakah. Produktif, cari berbagai cara yang diridhoiNya. Selagi halal, legal, ya hajar. Jangan sisakan satu detik pun waktu untuk berleha-leha, berbuat sia-sia, apalagi bikin dosa. Jangan, jangan pernah.
Sibukkan diri dengan kebaikan, maka menyingkirlah kejahatan. Banyak bengong, galau, bermalasan, setanlah yang akan jadi teman. Pilihannya lagi-lagi dua, mau produktif atau destruktif Fokus sudah, produktif sudah, selanjutnya pastikan membantu sesama. Bantu mereka yang impiannya sama dengan kita. Mensukseskan mereka, sukseslah kita. Bantu yang di bumi, maka yang di langit pun turun membantu. Yuk dicoba agar Anda 100% percaya. 
Fokus, produktif, peduli adalah senjata utama. Masih belum sempurna jika belum punya integrity (amanah) dan konsistensi (istiqomah). Apapun itu target sukses Anda, pastikan selalu menjaga kehormatan diri dalam meraihnya. Tidak curang, culas, atau menghalalkan segara cara. Tuhan Yang Maha Baik pasti mengganjar cara-cara baik Anda dengan hasil yang terbaik. Bahkan di dunia dan akherat nanti. Ini ganjarannya, balasannya, dan bonusnya. Karena semua kesuksesan itu adalah milikNya, dan akan dikasih kepada yang disayangiNya. Bukankah Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Untuk ini, wajib dan kudu untuk kita percaya.
Jangan mengeluh, apalagi menyalahkan Tuhan jika sukses tidak kesampaian. Boleh jadi kita yang kurang sabaran, kurang kegigihan, kurang konsistensi dan keistiqomahan. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah sukses besar. Ada proses panjang dalam perjuangan. Itulah masa tanam. Boleh jadi panennya di akhirat nanti atau anak-cucu yang akan menikmati. Segala konsitensi dimanapun akan mendapat harga tinggi. Siapa menanam pasti menuai. Karena itulah hukum alam.
Dimana ikhlas? dimana amal? Dimana jihad dalam perjuangan sukses ini? Ikhlas itu di hati. Di awal, di tengah dan di akhir perjalanan ini. Sumbernya ikhlas hanya dengan bersandar padaNya. TanpaNya, kita akan mudah goyah. DenganNya, kita bebas dari menghamba ke sesama. Jika ada yang teguh dan tangguh, itulah ciri orang yang ikhlas. Andakah?
Ikhlas itu butuh mikir. Justru yang nggak mikir, itulah yang nggak ikhlas. Ingat, semua yang kita terima adalah pemberianNya. Masak untuk berkorban padaNya, dengan sedekah, zakat, dan infak masih nggak mau terima? Malah mikir ini nggak penting yang jatuhnya jadi ahli kikir. Ikhlas menuntut kualitas. Bukan sekedarnya atau ala kadarnya. Kalau memang hidup pemberianNya, masak untuk ibadah seperti sholat hanya diberi di waktu sisa? Harusnya inilah yang utama. Agar Dia mudah memberi restu sehingga mudahlah sukses yang kita tuju.
Ya, ikhlas bukan konsumsi orang yang pasrah, orang yang seenaknya, dan orang yang serampangan. Ikhlas adalah senjata pamungkas orang sukses. Dengan ikhlas, orang semakin yakin sukses karena dia tahu bahwa Tuhannya Maha Memberi kesuksesan. Optimis kaya karena Tuhannya Maha Kaya. Punya impian-impian besar karena Tuhannya Maha Besar. Untuk ini, dia rela jihad, sungguh-sungguh, totalitas berjuang dengan action dan amal yang menggebu. Usaha tidak pernah jenuh. Amal sholat tidak se-enaknya sendiri tapi berkualitas tinggi. Sedekah tidak serampangan lagi, tapi ditakar, makin lama makin membesar.
Usaha total sukses ini pasti sukses. Karena ukurannya bukan sukses di dunia saja, tapi di akherat juga. Sukses baginya adalah ibadah untuk mendekat padaNya. Itulah sharing ilmu dari guru saya, Mr M. Siap jihad sukses? Total Success?

https://www.selasar.com/kreatif/total-success