
Ilustrasi
Fitra: Maraknya Korupsi di Aceh Akibat Pembiaran
Murdani Abdullah
28 January 2015 - 17:15 pm
Katanya, keadaan inilah yang membuat prilaku nepotisme dan korupsi tumbuh subur di Aceh.
DIREKTUR Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi
Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi, mengatakan maraknya temuan kasus
korupsi di Aceh karena tak ada tindakan tegas dari penegak hukum.
“Menurun atau meningkat, korupsi Aceh tidak pernah diselesaikan atau dibenahi, tapi hanya membiarkan saja,” ujar Ucok Sky Khadafi kepada ATJEHPOST.co via SMS, Rabu 28 Januari 2015.
Katanya, keadaan inilah yang membuat prilaku nepotisme dan korupsi tumbuh subur di Aceh.
Apalagi, kata Ucok, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas ikhtisar hasil pemeriksaan semester 1 tahun 2014 di Provinsi Aceh menemukan kebocoran anggaran.
“Temuan BPK atas ikhtisar hasil pemeriksaan semester 1 pada 2014 di Provinsi Aceh menemukan kebocoran anggaran. Potensi kerugian negara masih sebesar Rp1.4 triliun dengan 1.021 kasus,” ujar Ucok via SMS kepada ATJEHPOST.co, Rabu 28 Januari 2015.
Kata Ucok, kebocoran ini masih deras, dan hanya membuat rakyat Aceh menderita karena anggaran dimakan oleh pejabat negara sendiri.[]
Editor: Murdani Abdullah
“Menurun atau meningkat, korupsi Aceh tidak pernah diselesaikan atau dibenahi, tapi hanya membiarkan saja,” ujar Ucok Sky Khadafi kepada ATJEHPOST.co via SMS, Rabu 28 Januari 2015.
Katanya, keadaan inilah yang membuat prilaku nepotisme dan korupsi tumbuh subur di Aceh.
Apalagi, kata Ucok, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas ikhtisar hasil pemeriksaan semester 1 tahun 2014 di Provinsi Aceh menemukan kebocoran anggaran.
“Temuan BPK atas ikhtisar hasil pemeriksaan semester 1 pada 2014 di Provinsi Aceh menemukan kebocoran anggaran. Potensi kerugian negara masih sebesar Rp1.4 triliun dengan 1.021 kasus,” ujar Ucok via SMS kepada ATJEHPOST.co, Rabu 28 Januari 2015.
Kata Ucok, kebocoran ini masih deras, dan hanya membuat rakyat Aceh menderita karena anggaran dimakan oleh pejabat negara sendiri.[]
Editor: Murdani Abdullah
Sumber : Atjeh Post