
BANDA ACEH | Masyarakat Transparansi Anggaran
melansir data yang memperlihatkan adanya 87 kasus dugaan korupsi yang
ditangani aparat penegak hukum mulai 2003 hingga 2014.
Koordinator Monitoring Peradilan Mata Aceh Baihaki menyebutkan 87
kasus tersebut terjadi di seluruh Aceh. Dari jumlah itu, 22 di antaranya
telah memiliki keputusan tetap dari pengadilan. Sedangkan 63 lainnya
masih dalam proses penyelidikian dan penyidikan oleh aparat penegak
hukum, serta dua kasus telah dihentikan (SP3).
“Kasus dugaan korupsi paling banyak terjadi di Aceh Tenggara, yaitu
delapan kasus. Lalu disusul Aceh Utara, Bireuen, dan Lhokseumawe,” kata
Baihaki kepada wartawan di kantor Mata, Banda Aceh, Rabu (28/1/2015).
Kasus dugaan korupsi itu berpotensi menyebabkan kerugiaan negara
mencapai Rp673,5 miliar. “Ini belum termasuk 37 kasus yang belum diaudit
oleh BPKP dan dua kasus yang sudah di-SP3-kan (dihentikan),” lanjut
Baihaki.
Dilihat dari potensi kerugiaan negara, kata Baihaki, Sabang menduduki
peringkat nomor wahid. Di Pulau Weh, terdapat empat kasus dugaan
korupsi yang masuk pengadilan dan kerugiaan negara ditaksir mencapai
Rp314 miliar lebih. “Paling besar itu kasus pembangunan dermaga Sabang
dan kapal wisata,” sebut Baihaki.
Mata menemukan bahwa pelaku korupsi paling dominan berasal dari pihak
eksekutif, swasta, lembaga pendidikan. Dalam menjalankan aksinya, para
pelaku menggunakan beragam modus, seperti penggelapan, mark-up,
pengurangan spesifikasi, penyalahguanaan anggaran, proyek fiktif, dan
pemotongan.
“Namun kalau dilihat dari potensi kerugiaan keuangan negara, modusnya
mark-up (penggelembungan harga) paling besar, yaitu mencapai Rp329,3
miliar,” ujar Baihaki.
Dana yang dikorupsi itu bersumber dari anggaran APBK (34 kasus), APBA
(19 kasus), APBN (21 kasus), dana otsus (5 kasus), dan lainnya (8
kasus). Menurut data Mata, jumlah dana APBN yang diduga dikorupsi
berjumlah Rp507 miliar. “Sektor insfrastruktur masih menjadi lahan
paling banyak sumber korupsinya,” terang Baihaki. []
Sumber : ACEHKITA.COM
http://www.acehkita.com/2015/01/penegak-hukum-tangani-87-kasus-korupsi-di-aceh/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter