
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Anggota
Polisi sedang menunjukkan truk interkuler B 9923 HB yang ditemukan
dengan muatan penuh ganja di kawasan Gunung Paro, Kecamatan Leupung,
Aceh Besar, Rabu (01/10/2014).Senin, 26 Januari 2015 17:17 WIB
Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara
MEDAN - Polresta Medan
meringkus sindikat penyelundup 4 ton lebih ganja dari Aceh yang hendak
diedarkan di berbagai provinsi. Satu pelaku terpaksa ditembak setelah
sempat terlibat kejar-kejaran dengan aparat.
Penangkapan para pelaku ini dilakukan di dua tempat terpisah pada Sabtu (17/1/2015) malam lalu. Awalnya polisi mengamankan satu truk yang dikemudikan Nasir (33) dan dikerneti Fadli (40) di Jalan Medan
- Binjai, KM 15, Diski, Sunggal, Deliserdang. Keduanya merupakan warga
Langsa, dan ketika digeledah isi truk berisi penuh muatan ganja sebanyak
4.219 kilogram. Seluruh ganja itu dikemas dalam 96 goni.
Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo, Senin (26/1/2015)
menjelaskan kedua pelaku tergabung sindikat profesional. Sebab dalam
pengembangan, diketahui masih ada dua pelaku lainnya, yang bertugas
sebagai 'mata-mata'. Keduanya, Mursal (40) asal Aceh Selatan, dan
Zulkifli (33) asal Bireuen. Keduanya diringkus di Lubukpakam,
Deliserdang ketika melintas dengan mobil Toyota Avanza BK 1020 JP. Kedua
pelaku sempat berusaha kabur, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Pelarian pelaku baru berakhir setelah polisi menembak Mursal.
"Keduanya ini jalan duluan naik mobil pribadi. Mereka terus
menginformasikan keadaan situasi kepada kawannya yang naik truk.
Artinya, kalau ada razia lalu lintas, truk tahan dulu, jangan melintas,"
kata Eko.
Modus ini tergolong baru, dan profesional. Beruntung polisi sudah mendapat informasi terlebih dahulu mengenai pergerakan ini, sehingga pengawasan di perbatasan ditingkatkan oleh polisi berpakaian sipil. Ganja yang diangkut dari Banda Aceh ini rencananya akan diedarkan di beberapa provinsi, dengan tujuan akhir Jakarta.
"Ganja ini bernilai Rp 10,5 miliar. Kita sudah menyelamatkan sebagian besar penduduk Indonesia," ujarnya.
Eko menjelaskan pihaknya tidak main-main dalam menindak
pelaku peredaran narkoba. Polisi selaku penyidik menurutnya sudah
berkoordinasi dengan jaksa untuk menuntut pelaku dengan maksimal,
termasuk hukuman mati. Selain itu, dalam waktu dekat tim Polda Sumut
akan berangkat ke Aceh untuk membicarakan permasalahan ini dengan Polda
Aceh.
"Kita akan bahas pencegahan dan penindakan. Induknya (bandar) ini belum tertangkap, masih di Aceh," lanjut Eko.
Selain meningkatkan koordinasi dengan kepolisian Aceh, Eko menerangkan sudah mengutus tim ke Malaysia untuk membahas penyelundupan narkoba. Menurutnya, kepolisian
Malaysia juga mengakui sebagai korban, karena daerah mereka sudah
dijadikan tempat singgah (transit) penjahat narkoba internasional.
Eko memaparkan peningkatan pengamanan juga dilakukan di
tingkat interen. Seluruh komponen keamanan di jalur perbatasan sudah
diinstruksikan meningkatkan pengawasan. Beberapa jalur yang dianggap
rawan meliputi Langkat, Dairi, dan sejumlah kawasan di tepi laut.
Nasir yang merupakan sopir truk mengaku awalnya tidak tahu
barang angkutannya berisi ganja. Pria yang bekerja di perusahaan
ekspedisi ini mengaku sudah biasa mendapat orderan barang dalam jumlah
besar ke berbagai daerah.
Namun keterangan lainnya justru mengakui ganja itu hasil
produksi hutan di Seulimum. Lokasi perkebunan ganja ini menurutnya tidak
begitu jauh dari desa. "Di pinggir hutan. Gak jauh kali ke hutan,"
ujarnya. (mad)
SUMBER : SERAMBINEWS.COM,
http://aceh.tribunnews.com/2015/01/26/polresta-medan-amankan-empat-ton-ganja-dari-aceh#