
Sejumlah
mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Universitas Indonesia berkumpul di depan Gedung Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Jakarta, pada Selasa (27/1) siang. Aksi damai ini,
merupakan bentuk dukungan bagi KPK dalam pemberantasan korupsi dan
melawan pelemahan serta kriminalisasi yang dihadapi.
Koordinator
aksi, Lutfan Darmawan mengatakan, aksi damai mendukung KPK ini dilatari
oleh kejanggalan demi kejanggalan dan upaya kriminalisasi terhadap dua
komisioner KPK. “Padahal, KPK adalah lokomotif utama dalam pemberantasan
korupsi di Indonesia. Dan KPK-lah yang kini mampu menunjukkan kinerja
dan hasil akhir yang signifikan,” katanya.
Sementara
itu, siang harinya giliran Forum Dekan Fakultas Hukum Peduli
Pemberantasan Korupsi yang menyambangi KPK untuk menyampaikan dukungan
terhadap KPK. Enam orang perwakilan dekan diterima dua komisioner KPK,
yakni Abraham Samad dan Zulkarnain.
Dalam
kesempatan itu, Abraham mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan
dukungan para akademisi. “KPK berterima kasih, semoga kami bisa tetap
menjaga profesionalitas dalam penegakan hukum,” katanya.
Salah
seorang perwakilan, Amzulian Rifai yang juga dekan Fakultas Hukum
Universitas Sriwijaya Palembang menyatakan keprihatinannya sekaligus
mendukung segala kiprah KPK. “Dari lubuk hati kami yang paling dalam,
kami mendukung KPK,” katanya.
Selain
itu, Forum Dekan juga menilai bahwa peristiwa yang saat ini terjadi
merupakan pengalihan isu yang seolah-olah diarahkan menjadi konflik
antara KPK dan Polri. Karena itu, “Segala bentuk penyalahgunaan otoritas
oleh tersangka korupsi harus dicegah,” katanya.
Selain
Amzulian, sejumlah dekan lainnya yang hadir, antara lain Dekan FH
Universitas Indonesia Topo Santoso, Dekan FH Universitas Airlangga M.
Zaidun, Dekan FH Universitas Andalas Zainul Daulay, Dekan FH Universitas
Tarumanegara Ahmad Sudiro dan Dekan FH Universitas Hanasuddin Farida
Patitingi.
(Humas)
Sumber : KPK RI