- Created on Tuesday, 27 January 2015 13:30

Bahan bakar minyak (ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta, GATRAnews
- Pemerintah diperkirakan tak akan mengubah harga Bahan Bakar Minyak
pada Akhir Januari ini, setelah pada pertengahan bulan lalu menurunkan
premium dari 7.200 ke 6.600 per liter. Hal ini diungkapkan oleh
Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, I Gede Nyoman
Wiratmaja.
"Kita evaluasi setiap dua minggu, kemarin turun sekarang datar dan ada tanda-tanda mulai naik namun tidak jumping. Harga minyak dunia kemarin US$ 40-48. Kalau lihat hari ini tidak akan naik harga minyak," kata Wiratmaja.
Sejak Desember lalu, pemerintah memutuskan Harga bahan bakar minyak
(BBM) kecuali solar dan minyak tanah tidak lagi disubsidi. Harganya
bersifat fluktuatif mengikuti harga minyak dunia. Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (KESDM) sebagai regulator akan mengevaluasi setiap
dua minggu sekali untuk menetapkan harga baru.
Berdasar kondisi harga saat ini, Wiratmaja memperkirakan harga BBM
yang akan ditetapkan pada akhir bulan Januari tidak akan mengalami
perubahan.
Wiratmaja mengatakan saat ini masih terus mengikuti pergerakan
minyak dunia. Namun, dia perkiraka harga minyak dunia berada pada
kisaran US$ 40-48 per barel.
Ia juga memperkirakan dalam setahun kedepan harga minyak dunia tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kemarin saya ketemu dengan ahli minyak di Hongkong, dalam 12 bulan
ini tidak akan kenaikan tinggi sampai US$ 100, paling kisaran US$ 50-60
(per barel)," kata Wiratmaja.
Pagi ini harga minyak dunia patokan Amerika Serikat merosot dan kembali sentuh US$ 45 per barel. Meski ada perkiraan dari OPEC harga akan bergolak hingga US$ 200 per barel.
Editor: Dani Hamdani
Sumber : GATRA NEWS