Selasa, 27 Januari 2015

MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN




MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN
OLEH :
ABDIANSYAH,SST





Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian adalah penyampaian informasi dan teknologi pertanian kepada penggunanya, informasi dan teknologi pertanian tersebut bisa disampaikan secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan media penyuluhan. Berbagai media penyuluhan dapat digunakan untuk megemas informasi dan teknologi yang akan disampaikan kepada petani sebagai pengguna teknologi seperti : media cetak, media audio, media audio visual, media berupa obyek fisik atau benda nyata.
            Secara umum dapat dikatakan bahwa media merupakan suatu perantara yang digunakan dalam proses belajar. Tujuan penggunaan media adalah untuk memperjelas informasi yang disampaikan sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan perhatian dan kemampuan sasaran. Dengan demikian media berperan penting antara lain dalam memberikan pengalaman yang kongkrit dan sesuai dengan tujuan belajar.
            Dalam bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, kemampuan literasi visual sangat penting, khususnya bagi para guru, dosen, penyuluh, maupun pelatih/fasilitator lainnya karena dengan demikian mereka dapat lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan materi penyuluhan, pelajaran/pelatihannya.
            Media apapun yang digunakan, pada prinsipnya harus dapat meningkatkan efektivitas dan kelancaran proses belajar terutama dalam memperjelas materi yang dipelajari sehingga dapat mempercepat terjadinya perubahan perilaku (pengetahuan, keterampialn dan sikap) dikalangan kelompok sasaran.
            Selain dari pada itu media diharapkan dapat lebih mengkongkritkan apa yang dijelaskan komunikator kepada komunikan (sasaran), sehingga sasaran lebih mudah dan lebih cepat menangkap materi, apa yang dilihat sasaran akan terkesan lebih lama dibandingkan dengan didengar dan media mampu memotivasi dan mampu memusatkan perhatian.


Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “peantara”, atau “pengantar”, yaitu perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. The Association for Educational Communications Technology (AECT), menyebutkan media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970), mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan sasaran yang dapat merangsang untuk belajar. Sedangkan ”penyuluhan” berasal dari kata ”suluh” yaitu sesuatu yang digunakan untuk memberi penerang. Jadi media penyuluhan adalah suatu benda yang dikemas sedemikian rupa untuk memudahkan penyampaian materi kepada sasaran, agar sasaran dapat menyerap pesan dengan mudah dan jelas.
            Beragamnya media memiliki karakteristik yang berbeda pula. Karena itu untuk setiap tujuan yang berbeda diperlukan media yang berbeda pula. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan penyuluhan ataupun pelajaran tadi sangat penting sebagai saluran, penyampaian pesan.

Menentukan Jenis Dan Memilih Media Yang Tepat Dalam Penyuluhan Pertanian, Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan/pelatihan dan penyuluhan, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan. Pertanyaan yang muncul sekarang, bukan pada banyak tidaknya media penyuluhan yang tersedia, tetapi bagaimana merencanakan dan membuat media visual dalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan Kebutuhan Para Penggunanya.
Penentuan jenis media visual yang efektif untuk suatu proses belajar mengajar merupakan langkah awal yang perlu dilakukan dalam perencanaan suatu pelatihan atau penyuluhan. Paling tidak ada 6 (enam) pertanyaan yang perlu diajukan berkaitan dengan penentuan jenis media yang digunakan, antara lain :
1)      Siapa yang akan dilatih ?
2)      Apa yang diharapkan dan mampu dilakukan oleh peserta didik ?
3)      Dimana pelatihan akan diadakan dan berapa lama ?
4)      Metode belajar apa yang digunakan ?
5)      Media penyuluhan apa yang akan digunakan ?
6)      Bagaimana mengetahui efektifitas pelatihan/penyuluhan ?
Media tidak dapat dipilih dan digunakan asal saja, tetapi harus dipilih dengan seksama dan digunakan dengan benar. Tidak ada suatu mediapun yang dapat dipakai untuk mencapai semua tujuan, sehingga tidak mungkin semua diperlakukan dengan media yang sama. Dalam penyelenggaraan penyuluhan, pemilihan jenis media yang digunakan perlu dipertimbangkan pada kebersamaan antara metode belajar mengajar, tujuan dan situasi pelatihan. Berikut ini gambaran penggunaan media penyuluhan yang sesuai untuk berbagai kelompok sasaran dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Penggunaan Jenis Media Berdasarkan Kelompok Sasaran
No.
Jenis Media
Sasaran
Massal
Kelompok
Individu
1.
Poster
√
-
-
2.
Film Layar Lebar
√
-
-
3.
Film Vedeo
-
√
-
4.
Folder/Leaflet
-
√
√
5.
Brosur, Komik
-
√
√
6.
Peta Singkap/Flipchart
-
√
-
7.
Kartu Kilat/Flaschard
-
√
-
8.
Papan Flanel
-
√
-
9.
Siaran edesaan (TV, Radio)
√
-
-
10.
Kaset Rekaman
-
√
√
11.
Slide
-
√
-
12.
Photo
-
√
√
13.
Transparansi
-
√
-
14.
Model
-
√
-
15.
Papan Tulis
-
√
-
16.
Telephone
-
-
√

            Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, antara lain : Tujuan perubahan yang akan dicapai oleh sasaran, karakteristik sasaran/peserta didik, strategi komunikasi, isi pesan, biaya dan karakteristik wilayah.
            Banyak ragam media atau jenis media yang dapat kita pilih dan kiat gunakan tergantung pada materi yang disajikan, keadaan/kebutuhan sasaran, situasi tempat pembelajaran dan tentunya tergantung tujuan yang ingin dicapai. Ragam media penyuluhan yang kerap digunakan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok besar, yaitu media penyuluhan tercetak, media penyuluhan audio, media penyuluhan audio visual dan objek fisik atau benda nyata.
            Dari sekian banyak media dalam penggunaannya tidak ada satu mediapun yang terbaik, karena setiap jenis media mempunyai kelemahan. Yang terbaik tentunya menggunakan kombinasi beberapa jenis media, sehingga dapat menutupi kelemahan media tersebut. Pengelompokkan media dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Kelompok Media, Contoh-contoh yang Kerap Digunakan dan Karakteristiknya

No.
Kelompok Media
Contoh-Contoh
1.
Media Penyuluhan Tercetak
Buku, brosur, leaflet, folder, poster, flipchart (peta singkap)
Kelebihannya : relatif tahan lama, dapat dibaca berulang-ulang, dapat digunakan sesuai kecepatan belajar masing-masing, mudah dibawa dsb.
Kelemahannya : Proses penyampaian sampai pencetakan butuh waktu relatif lama, sukar menampilkan gerak, membutuhkan tingkat literasi yang memadai, cenderung membosankan bila padat dan panjang.
2.
Media Penyuluhan Audio
Siaran radio dan kaset rekaman audio
Kelebihannya : Informasi dikemas sudah tetap, terpatri dan tetap sama bila direproduksi. Produksi dan reproduksinya tergolong ekonomis dan mudah didistribusikan.
Kelemahannya : Bila terlalu lama akan membosankan, perbaikan atau revisi harus memproduksi master baru.
3.
Media Penyuluhan Audio-Visual
Siaran televisi, kaset Video, Sound slide dan film.
Kelebihannya : dapat memberikan gambaran yang lebih kongkrit, baik dari unsur gambar maupun geraknya, lebih atraktif dan komunikatif.
Kelemahannya : Biaya produksi relatif mahal, produksi memerlukan waktu dan diperlukan peralatan yang tidak murah.
4.
Media penyuluhan berupa Objek fisik atau benda nyata
Menunjukkan benda hidup secara nyata, berbentuk tiga dimensi dan alat peraga.
Kelebihannya : Dapat menyediakan lingkungan belajar yang amat mirip dengan lingkungan kerja sebenarnya, memberikan stimulasi terhadap banyak indera, dapat digunakan sebagai latihan kerja, latihan menggunakan alat bantu dan atau latihan simulasi.
Kelemahannya : Relatif mahal untuk pengadaan benda nyata.

Dengan memahami masing-masing jenis media penyuluhan serta memahami keunggulan dan kelemahannya, diharapkan media yang dihasilkan akan lebih bermanfaat dalam proses belajar.
            Selain itu dalam mempersiapkan media penyuluhan perlu memperhatikan :
Ø  Tujuan yang hendak dicapai, apakah untuk memberitahu, untuk mengingatkan atau untuk meyakinkan akan sesuatu hal.
Ø  Karakteristik media dan tingkat intelektualitas sasaran dan kemampuan penerimaan sasaran.
Ø  Kemampuan mengoperasikan pealatan, bila media yang bersangkutan memerlukan peralatan untuk mengoperasikannya.
Ø  Ketersediaan biaya.
Ø  Ketersediaan sarana pendukung.