MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN
OLEH :
ABDIANSYAH,SST
Secara
umum dapat dikatakan bahwa media merupakan suatu perantara yang digunakan dalam
proses belajar. Tujuan penggunaan media adalah untuk memperjelas informasi yang
disampaikan sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan perhatian dan kemampuan
sasaran. Dengan demikian media berperan penting antara lain dalam memberikan
pengalaman yang kongkrit dan sesuai dengan tujuan belajar.
Dalam
bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, kemampuan literasi visual sangat
penting, khususnya bagi para guru, dosen, penyuluh, maupun pelatih/fasilitator
lainnya karena dengan demikian mereka dapat lebih efektif dan efisien dalam
menyampaikan materi penyuluhan, pelajaran/pelatihannya.
Media
apapun yang digunakan, pada prinsipnya harus dapat meningkatkan efektivitas dan
kelancaran proses belajar terutama dalam memperjelas materi yang dipelajari
sehingga dapat mempercepat terjadinya perubahan perilaku (pengetahuan,
keterampialn dan sikap) dikalangan kelompok sasaran.
Selain
dari pada itu media diharapkan dapat lebih mengkongkritkan apa yang dijelaskan
komunikator kepada komunikan (sasaran), sehingga sasaran lebih mudah dan lebih
cepat menangkap materi, apa yang dilihat sasaran akan terkesan lebih lama
dibandingkan dengan didengar dan media mampu memotivasi dan mampu memusatkan
perhatian.
Kata media berasal dari bahasa
latin medius yang secara harfiah
berarti “tengah”, “peantara”, atau “pengantar”, yaitu perantara atau pengantar
pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. The Association for Educational Communications Technology (AECT),
menyebutkan media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk
menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970), mengatakan bahwa media adalah
berbagai jenis komponen dalam lingkungan sasaran yang dapat merangsang untuk
belajar. Sedangkan ”penyuluhan” berasal dari kata ”suluh” yaitu sesuatu yang
digunakan untuk memberi penerang. Jadi media penyuluhan adalah suatu benda yang
dikemas sedemikian rupa untuk memudahkan penyampaian materi kepada sasaran,
agar sasaran dapat menyerap pesan dengan mudah dan jelas.
Beragamnya
media memiliki karakteristik yang berbeda pula. Karena itu untuk setiap tujuan
yang berbeda diperlukan media yang berbeda pula. Dalam kaitannya dengan
penyelenggaraan penyuluhan ataupun pelajaran tadi sangat penting sebagai
saluran, penyampaian pesan.
Menentukan Jenis Dan Memilih Media Yang Tepat
Dalam Penyuluhan Pertanian, Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan
pendidikan/pelatihan dan penyuluhan, banyak media pembelajaran yang bisa
digunakan. Pertanyaan yang muncul sekarang, bukan pada banyak tidaknya media
penyuluhan yang tersedia, tetapi bagaimana merencanakan dan membuat media
visual dalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan Kebutuhan
Para Penggunanya.
Penentuan jenis media visual
yang efektif untuk suatu proses belajar mengajar merupakan langkah awal yang
perlu dilakukan dalam perencanaan suatu pelatihan atau penyuluhan. Paling tidak
ada 6 (enam) pertanyaan yang perlu diajukan berkaitan dengan penentuan jenis
media yang digunakan, antara lain :
1) Siapa yang akan dilatih ?
2) Apa yang diharapkan dan mampu dilakukan
oleh peserta didik ?
3) Dimana pelatihan akan diadakan dan berapa
lama ?
4) Metode belajar apa yang digunakan ?
5) Media penyuluhan apa yang akan digunakan ?
6) Bagaimana mengetahui efektifitas
pelatihan/penyuluhan ?
Media tidak dapat dipilih dan
digunakan asal saja, tetapi harus dipilih dengan seksama dan digunakan dengan
benar. Tidak ada suatu mediapun yang dapat dipakai untuk mencapai semua tujuan,
sehingga tidak mungkin semua diperlakukan dengan media yang sama. Dalam
penyelenggaraan penyuluhan, pemilihan jenis media yang digunakan perlu
dipertimbangkan pada kebersamaan antara metode belajar mengajar, tujuan dan
situasi pelatihan. Berikut ini gambaran penggunaan media penyuluhan yang sesuai
untuk berbagai kelompok sasaran dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Penggunaan Jenis Media Berdasarkan
Kelompok Sasaran
No.
|
Jenis Media
|
Sasaran
|
||
Massal
|
Kelompok
|
Individu
|
||
1.
|
Poster
|
√
|
-
|
-
|
2.
|
Film Layar Lebar
|
√
|
-
|
-
|
3.
|
Film Vedeo
|
-
|
√
|
-
|
4.
|
Folder/Leaflet
|
-
|
√
|
√
|
5.
|
Brosur, Komik
|
-
|
√
|
√
|
6.
|
Peta Singkap/Flipchart
|
-
|
√
|
-
|
7.
|
Kartu Kilat/Flaschard
|
-
|
√
|
-
|
8.
|
Papan Flanel
|
-
|
√
|
-
|
9.
|
Siaran edesaan (TV, Radio)
|
√
|
-
|
-
|
10.
|
Kaset Rekaman
|
-
|
√
|
√
|
11.
|
Slide
|
-
|
√
|
-
|
12.
|
Photo
|
-
|
√
|
√
|
13.
|
Transparansi
|
-
|
√
|
-
|
14.
|
Model
|
-
|
√
|
-
|
15.
|
Papan Tulis
|
-
|
√
|
-
|
16.
|
Telephone
|
-
|
-
|
√
|
Faktor-faktor
yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, antara lain : Tujuan
perubahan yang akan dicapai oleh sasaran, karakteristik sasaran/peserta didik,
strategi komunikasi, isi pesan, biaya dan karakteristik wilayah.
Banyak
ragam media atau jenis media yang dapat kita pilih dan kiat gunakan tergantung
pada materi yang disajikan, keadaan/kebutuhan sasaran, situasi tempat
pembelajaran dan tentunya tergantung tujuan yang ingin dicapai. Ragam media
penyuluhan yang kerap digunakan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok
besar, yaitu media penyuluhan tercetak, media penyuluhan audio, media
penyuluhan audio visual dan objek fisik atau benda nyata.
Dari
sekian banyak media dalam penggunaannya tidak ada satu mediapun yang terbaik,
karena setiap jenis media mempunyai kelemahan. Yang terbaik tentunya
menggunakan kombinasi beberapa jenis media, sehingga dapat menutupi kelemahan
media tersebut. Pengelompokkan media dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Kelompok Media, Contoh-contoh
yang Kerap Digunakan dan Karakteristiknya
No.
|
Kelompok Media
|
Contoh-Contoh
|
1.
|
Media Penyuluhan
Tercetak
|
Buku, brosur, leaflet,
folder, poster, flipchart (peta singkap)
Kelebihannya : relatif
tahan lama, dapat dibaca berulang-ulang, dapat digunakan sesuai kecepatan
belajar masing-masing, mudah dibawa dsb.
Kelemahannya : Proses
penyampaian sampai pencetakan butuh waktu relatif lama, sukar menampilkan
gerak, membutuhkan tingkat literasi yang memadai, cenderung membosankan bila
padat dan panjang.
|
2.
|
Media Penyuluhan Audio
|
Siaran radio dan kaset
rekaman audio
Kelebihannya :
Informasi dikemas sudah tetap, terpatri dan tetap sama bila direproduksi.
Produksi dan reproduksinya tergolong ekonomis dan mudah didistribusikan.
Kelemahannya : Bila
terlalu lama akan membosankan, perbaikan atau revisi harus memproduksi master
baru.
|
3.
|
Media Penyuluhan
Audio-Visual
|
Siaran televisi, kaset
Video, Sound slide dan film.
Kelebihannya : dapat
memberikan gambaran yang lebih kongkrit, baik dari unsur gambar maupun
geraknya, lebih atraktif dan komunikatif.
Kelemahannya : Biaya
produksi relatif mahal, produksi memerlukan waktu dan diperlukan peralatan
yang tidak murah.
|
4.
|
Media penyuluhan
berupa Objek fisik atau benda nyata
|
Menunjukkan benda
hidup secara nyata, berbentuk tiga dimensi dan alat peraga.
Kelebihannya : Dapat
menyediakan lingkungan belajar yang amat mirip dengan lingkungan kerja
sebenarnya, memberikan stimulasi terhadap banyak indera, dapat digunakan
sebagai latihan kerja, latihan menggunakan alat bantu dan atau latihan
simulasi.
Kelemahannya : Relatif
mahal untuk pengadaan benda nyata.
|
Dengan memahami masing-masing
jenis media penyuluhan serta memahami keunggulan dan kelemahannya, diharapkan
media yang dihasilkan akan lebih bermanfaat dalam proses belajar.
Selain
itu dalam mempersiapkan media penyuluhan perlu memperhatikan :
Ø Tujuan yang hendak dicapai, apakah untuk
memberitahu, untuk mengingatkan atau untuk meyakinkan akan sesuatu hal.
Ø Karakteristik media dan tingkat
intelektualitas sasaran dan kemampuan penerimaan sasaran.
Ø Kemampuan mengoperasikan pealatan, bila
media yang bersangkutan memerlukan peralatan untuk mengoperasikannya.
Ø Ketersediaan biaya.
Ø Ketersediaan sarana pendukung.