Minggu, 25 Januari 2015

''Seni Pertunjukan Indonesia Nggak Ada Habis-habisnya''

Created on Sunday, 25 January 2015 16:35
Witjaksono & Dwiki Dharmawan (GATRAnews/Edward Luhukay)
Witjaksono & Dwiki Dharmawan (GATRAnews/Edward Luhukay)
Jakarta, GATRAnews - Dwiki Dharmawan berpendapat, sudah menjadi kewajiban bagi bangsa Indonesia, terlebih kaum muda, untuk melestarikan dan bangga pada kebudayaan milik negeri sendiri. Musikus kondang ini mengklaim telah melihat antusiasme serta apresiasi masyarakat mancanegera terhadap seni dan budaya Indonesia, khususnya di bidang musik.


"Seni pertunjukan dan tradisi Indonesia merupakan sumber yang nggak ada habis-habisnya," kata Dwiki saat jumpa pers program AKOE Indonesia, di Jakarta Design Center, Jakarta, Sabtu (24/1) siang.

"Apalagi jika itu diolah menjadi satu olahan yang membuat orang seluruh dunia berkata, `wow!`," Dwiki, menambahkan.

Sejak pertengahan 90an, Dwiki mengaku telah berkelana ke berbagai kota di belahan dunia guna memperkenalkan musik Indonesia, khusus dengan menggunakan alat-alat musik tradisional yang dimiliki negeri ini. Kini, lanjutnya, tongkat estafet untuk menduniakan musik Indonesia diserahkan dan dilakukan oleh generasi muda bangsa.

"Harus ada pemuda Indonesia yang punya rasa kebanggaan dan memainkannya (alat musik) yang milik kita. Ini masalah tradisi dan budaya, karena itu ketahanan budaya Indonesia," tegas suami dari penyanyi Ita Purnamasari ini.

"Sekarang peta Indonesia, musik di dunia bisa ditarik ke Indonesia. Di sini banyak variasinya. Kehebatan industi musik Amerika Serikat yang menyihir dunia, saya yakin akan luntur dengan bidang industri berbasis budaya. Budaya itu tidak anti untuk diindustrikan, dan saya percaya akan unggul di dunia," jelas Dwiki.

Sementara, Witjaksono, salah seorang pengusaha muda Indonesia yang merupakan penggagas program AKOE Indonesia, berencana menggelar sebuah konser musik pada akhir tahun ini. Konser yang diberi titel Konser Mata Air Negeriku tersebut, menurutnya, merupakan karya anak muda Indonesia untuk anak muda negeri ini. "Konser dan program kita ini tidak ada bumbu politik, murni menggerakkan pemuda untuk mencintai bangsanya," katanya.

"Saya ingin membagikan semangat apa yang saya dan kita punya. Bahwa kita bisa untuk menjadi warga negara dan pemuda yang bermanfaat untuk bangsa ini. Jangan bicara modal, semangatnya saja dulu," demikian Witjaksono.


Editor: Edward Luhukay 

Sumber : Gatra News
http://www.gatra.com/budaya-1/seni/130960-seni-pertunjukan-indonesia-nggak-ada-habis-habisnya.html