Mahasiswa UGL Demo Kampus
Rabu, 28 Januari 2015 14:14 WIB

Mahasiswa
Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane demo di Kampusnya di Komplek
Pelajar Babussalam, Selasa (27/1). Demontran mempertanyakan yang meneken
ijazah mereka pasca dicopotnya Rektor UGL Kutacane, Prof Hasnudi MS
oleh pihak yayasan. SERAMBI/ASNAWI
* Pertanyakan Keabsahan Ijazah
KUTACANE -
Puluhan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aech
Tenggara (Agara) melakukan demonstrasi di kampus Komplek Pelajar
Babussalam, Selasa (27/1) pagi. Mereka mempertanyakan keabsahan ijazah
bagi mahasiswa yang akan diwisuda pada Maret 2015 seusai Rektor Prof Dr Hasnudi MS telah dicopot oleh pihak yayasan UGL.
Mereka
mengkhawatirkan ijazah karena belum adanya Rektor UGL yang definitif.
Pajriansyah, salah seorang demonstran dalam orasinya meminta kejelasan
ijazah bagi mahasiswa yang diwisuda nantinya. “Rektor Hasnudi telah
dicopot, walau masa jabatannya belum habis, sehingga siapa yang akan
menandatangani ijazah wisudawan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan para
mahasiswa merasa khawatir atas status ijazah, karena bisa saja tidak
diakui kalau ditandatangani oleh Plt Rektor UGL, sehingga harus ada
kejelasan. Dikatakan, permasalahan di lingkungan kampus selama ini,
akibat ulah rektor Hasnudi, sehingga berdasarkan surat keputusan Yayasan
UGL pada 19 Januari 2015, dia dicopot.
Pajriansyah menyatakan
konflik yang terjadi di lingkungan kampus telah meresahkan mahasiswa
yang akan diwisuda. Dia menjelaskan berdasarkan peraturan kampus dalam
ayat 11 disebutkan, pejabat sementara rektor yang diangkat sebagaimana
dimaksudnya pada ayat (9) huruf B pasal ini melaksanakan tugasnya sempai
berakhirnya masa jabatan rektor yang digantikan.
Berdasarkan hal
itu, katanya, maka untuk tahun ini tidak bisa dilakukan wisuda ataupun
penandatanganan ijazah karena ditandatangani Plt Rektor. Sehingga,
wisuda tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini sampai rektor yang
definitif ditunjuk yayasan.
Sebelumnya, salah seorang anggota DPRK Aceh Tenggara (Agara) dari
Partai Demokrat, Supian, meminta bupati dan pimpinan yayasan untuk
mengusulkan putra daerah sebagai rektor Universitas Gunung Leuser (UGL)
Kutacane. Dia menilai, hal ini perlu dilakukan, sehingga kualitas
lulusan akan lebih baik lagi.
“Putra daerah sudah banyak yang
bergelar doktor dan kita percaya, pasti bisa memajukan dan meningkatkan
kualitas pendidikan di UGL Kutacane, “ujar Supian. Dikatakan berbagai
fasilitas pendukung perkuliahan sedang dibangun, sehingga mahasiswa akan
lebih fokus belajar.
Universitas Gunung Leuser (UGL) yang berada
di Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) memiliki 6.124 mahasiswa yang
tersebar di empat fakultas. Universitas kebanggaan masyarakat Alas ini
mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk civitas akademik
atas keberadaan rektor yang hadir tiga hari dalam sepekan.
Pembantu
Rektor (Purek) I UGL Kutacane, Ir M Sragafa, Selasa (27/5//2014)
mengatakan rektor hanya terlihat pada setiap hari Selasa, Rabu dan
Kamis. Padahal, sebutnya, rektor mendapat fasilitas gaji yang memadai,
mencapai Rp 10 juta/bulan.
Prihal pembenahan manajemen Fakultas
Ekonomi UGL, M Sragafa mengaku belum tuntas. Dia menyatakan telah
membentuk sebuah tim dan membuat rekomendasi ke pihak rektor, berisi
tentang perubahan berbagai hal. Sementara itu, sumber-sumber yang
diperoleh Serambi menyebutkan, Bupati Agara akan mencopot Rektor UGL,
Prof Dr Hasnudi MS, karena tidak berhasil membenahi kampus.(as)
Sumber: Serambi Indonesia