Health A-Z
Ganja dan Bahayanya
Marijuana atau yang biasa dikenal dengan nama ganja
beberapa tahun belakang sedang ramai diperbincangkan mengenai
legalisasinya di beberapa negara. Namun, tahukah Anda, banyak sekali
efek negatif jika kita menggunakan barang tersebut. Akan tetapi, tidak
hanya bahayanya, pada beberapa kasus ganja juga bisa memberikan beberapa
manfaat bagi kesehatan jika dipergunakan sesuai dengan aturan dan
dibawah pengawasan dokter.
Walau dapadigunakan untuk campuran masakan sebagai penyedap,
seperti kita ketahui bersama, ganja dapat merusak dan memberikan efek
bahaya bagi tubuh. Mengapa dikatakan bahaya, karena saat ini yang
terjadi adalah banyaknya kasus penyalahgunaan ganja
dan tidak sedikit dari mereka yang ketergantungan terhadap ganja.
Adapun bahaya-bahaya ganja yakni seperti yang diuraikan di bawah ini.
Efek fisiologis penggunaan marijuana
Bahan aktif dalam ganja adalah THC kepanjangan dari delta
9-tetrahydrocannabinol. THC sangat cepat diserap oleh tubuh setelah
seseorang menghisapnya seperti rokok dan dalam beberapa menit THC dan
zat lain dalam asap ganja bisa menyebabkan beberapa efek pada tubuh
jangka pendek. Beberapa tanda jika Anda menggunakan ganja adalah:
- Denyut jantung cepat
- Peningkatan tekanan darah
- Peningkatan laju pernafasan
- Mata merah
- Mulut kering
- Peningkatan nafsu makan
- Melambatnya respon
- Euphoria
Beberapa gejala di atas dapat terjadi kurang dari tiga atau empat jam setelah penggunaan.
Apa efek psikologis dari ganja?
Efek psikologis penggunaan marijuana
Menurut National Institute on Drug Abuse di Amerika, ganja
memiliki beberapa efek setelah penggunaannya seperti suasana hati yang
bervariasi seperti, ketenangan, kecemasan, atau paranoid. Sedangkan
efek psikologis jangka pendeknya adalah:
- Paranoid
- Pemikiran yang random
- Kecemasan, hingga depresi
- Kehilangan memori jangka pendek
Risiko terberat dari penggunaan ganja biasanya muncul ketika
penggunannya terlampau lama (bertahun-tahun). Efek yang paling cepat
terlihat adalah meningkatnya risiko terkena kanker paru-paru. Beberapa
efek lain dari penggunaan ganja adalah menurunnya kadar testoteron pada
pria serta kualitas sperma yang buruk dan jumlah sperma yang sedikit.
Penurunan libido dan menurunnya kesuburan pada seorang pria menjadi
salah satu akibat dari penggunaan ganja.
Pada beberapa kasus yang terjadi, para pengguna ganja biasanya
lebih cenderung akan mencoba menggunakan obat-obatan lainnya seperti
kokain, heroin, ekstasi, dan obat-obatan terlarang lainnya. Namun, ini
hanya beberapa contoh kasus saja tidak semua pengguna melakukan hal yang
seperti itu.
Apapun itu, sesuatu yang digunakan secara berlebihan pasti
menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh, bahkan tidak jarang
membahayakan jiwa pengguna, sama halnya seperti penggunaan ganja.
Direview oleh dr. Margareta Amelia
Sumber : meetdoctor
http://meetdoctor.com